Pasal 1 PENUNJUKAN

  1. Perusahaan menunjuk agen untuk menjadi agen Penjualan Produk Sahabat Anak Sholeh (Selanjutnya disebut “Produk”).
  2. Agen dengan ini menerima penunjukan tersebut sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang termaktub dalam Perjanjian ini.
  3. Sebagai Agen Perusahaan, Agen berwenang untuk menawarkan dan/atau memasarkan Produk yang diterbitkan oleh perusahaan dan merekrut agen lainnya sesuai dengan ketentuan Perusahaan untuk menjadi agen Perusahaan.

Pasal 2 JANGKA WAKTU BERLAKUNYA PERJANJIAN

  1. Perjanjian ini berlaku sejak tanggal penandatanganan oleh para pihak dan para pihak menerima konfirmasi persetujuan pendaftaran Agen dan akan terus berlaku untuk waktu yang tidak ditentukan, hingga terjadi pengakhiran perjanjian sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian ini.
  2. Perjanjian ini beserta segala perubahan dan/atau lampirannya merupakan satu kesatuan yang mengikat para pihak.
  3. Seluruh syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian ini telah dibaca, dipahami dan dimengerti secara jelas sebagaimana dibuktikan dengan dibubuhkannya tanda tangan Agen pada bagian akhir Perjanjian ini.

Pasal 3 HUBUNGAN HUKUM

  1. Perusahaan dan Agen memahami dan menyetujui bahwa hubungan hukum antara para pihak dalam perjanjian ini tidak dapat ditafsirkan dengan cara apapun juga sebagai adanya hubungan kerja sebagaimana dimaksud dalam undang-undang no 13 tahun 2013 tentang ketenagakerjaaan.
  2. Perjanjian ini merupakan suatu perjanjian perikatan biasa yang dilahirkan dari kontrak atau persetujuan sebagaimana dimaksudkan dalam kitab undang-undang Hukum Perdata Indonesia (Burgerlijk Wetboek).
  3. Agen mengakui dan setuju bahwa setiap customer yang membeli produk atau jasa dari Perusahaan atau afiliasinya merupakan customer dari Perusahaan.

Pasal 4 HAK DAN KEWAJIBAN AGEN

  1. Agen berhak untuk :
    1. Mendapat Kompensasi sesuai dengan ketentuan dalam Agency Manual dan ketentuan Perusahaan lainnya yang ditetapkan oleh perusahaan dari waktu ke waktu.
    2. Mendapatkan promosi jabatan sesuai dengan persyaratan dan kebijakan Perusahaan.
  2. Agen berkewajiban :
    1. Mematuhi dan tunduk pada :
      1. Setiap dan seluruh peraturan, strategi, kebijakan, pedoman, perintah dan prosedur yang ditetapkan perusahaan dari waktu ke waktu.
      2. Kode etik keagenan dan berpartisipasi dalam setiap peatihan, sosialisasi produk dan program yang diadakan perusahaan.
      3. Seluruh peraturan dan perundang undangan yang berlaku terhadap agen, dan wajib memastikan bahwa pemasaran produk yang diterbitkan Perusahaan dilakukan dalam cara yang tidak melanggar peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia ataupun yang menurut perusahaan dapat merusak reputasi perusahaan.
    2. Memberikan identitas diri kepada Perusahaan dalam bentuk fotocopy Kartu Tanda Penduduk.
    3. Mempromosikan, memasarkan dan menjual produk yang diterbitkan oleh perusahaan kepada customer.
    4. Mengumpulkan dan memberikan informasi Custumer kepada perusahaan sehubungan untuk peningkatan strategi penjualan.
    5. Memberikan mutu pelayanan yang baik kepada customer guna menjaga dan meningkatkan dan mempertahankan nama baik, mutu dan reputasi perusahaan.
    6. Bertanggung jawab secara pribadi atas segala biaya pengeluaran agen dalam menjalankan kegiatan usaha agen dan/atau kewajiban-kewajiban menurut Perjanjia ini, kecuali ditentukan lain oleh perusahaan.
    7. Agen dilarang untuk :
      1. Memberikan informasi dan/atau pernyataan yang salah atau menyesatkan mengenai produk Perusahaan.
      2. Mengubah dan memperbanyak brosur penjualan, bahan atau materi pemasaraan apapun untuk kepentingan diluar fungsi sebagai agen perusahaan, kecuali telah mendapatkan izin secara tertulis dari perusahaan.
      3. Tanpa persetujuan tertulis sebelumnya dari perusahaan, membuat, membagikan, atau mengedarkan iklan di media masa baik cetak maupun elektronik, surat, atau barang, yang mengatasnamakan perusahaan.
      4. Menggunakan merek, nama dagang, hak cipta atau hak kekayaan intelektual lainnya milik perusahaan, menggunkan kartu nama, kop surat, stempel, maupun barang lainnya untuk melakukan tindakan diluar kewenangan yang diberikan berdasarkan perjanjian ini.
    8. Dalam memasarkan produk yang diterbitkan Perusahaan, agen wajib untuk setiap saat :
      1. Bertindak jujur dan penuh integritas;
      2. Bertindak dengan niat baik dan meletakan kepentingan customer diatas kepentingan agen;
      3. Memberikan informasi yang benar dan akurat mengenai produk yang diterbitkan perusahaan kepada Customer.

Pasal 5 HAK DAN KEWAJIBAN PERUSAHAAN

  1. Perusahaan berhak untuk :
    1. Mengeluarkan dan merevisi setiap kebijakan dan aturan yang berkaitan dengan keagenan dari waktu ke waktu.
    2. Melakukan promosi jabatan agen perusahaan.
    3. Melakukan pembinaan, pengendalian, pengawasan dan evaluasi terhadap agen.
  2. Perusahaan berkewajiban untuk :
    1. Memberikan pelatihan yang layak bagi agen untuk dapat menjalankan tugas dan kewenangannya sesuai Perjanjian ini.
    2. Membayarkan kompensansi yang menjadi hak agen sesuai dengan ketentuan perusahaan yang telah ditetapkan.

Pasal 6 SISTEM PEMBAYARAN DAN PROSES PENJUALAN

  1. Seluruh pembayaran kepada Perusahaan harus dibayarkan dalam bentuk transfer ke rekening bank Perusahaan :
    Bank : Bank Mandiri
    No. Rekening : 1320020954351
    Atas Nama : PT. Agate International
  2. Agen yang menyetujui dan membeli pilihan paket wajib untuk melakukan pembayaran deposit secara lunas (100% dari yang disetujui, dan diserahkan kepada Perusahaan sesuai dengan waktu yang disetujuipara pihak) sesuai dengan harga dari Produk yang dipilih.
  3. Barang yang didapatkan Agen akan disesuaikan dengan deposit yang dilakukan.
  4. Segala bentuk dan resiko dari Proses penjualan produk yang terjadi pada Agen bukanlah menjadi tanggung jawab Perusahaan, tetapi apabila hal tersebut berhubungan dengan hal teknis didalam proses produk maka itu menjadi tanggung jawab Perusahaan untuk segera menyelesaikan hal tersebut.
  5. Revenue share atau komisi untuk Agen akan ditransfer dengan jangka waktu 1x24 jam terhitung dari pelaporan Produk telah berhasil dijual (selanjutnya di sebut CLAIM SALES).
  6. Pengiriman Produk dari Perusahaan kepada Agen merupakan tanggung jawab Agen sepenuhnya.
  7. Pengiriman Produk dari Perusahaan kepada Agen akan dilakukan selambat – lambatnya 5 (lima) hari setelah deposit diterima oleh Perusahaan.

Pasal 7 PENGEMBALIAN BARANG (RETUR)

  1. Setiap kali dilakukannya pengiriman produk dari Perusahaan kepada Agen terlebih dahulu akan dilakukan pemeriksaan Produk tersebut di tempat Agen, yang dilakukan sebelum ditandatanginya "Tanda Terima Barang".
  2. Dalam hal dari hasil pemeriksaan tersebut sebagaimana dimaksud ayat (1) terdapat Produk yang rusak, maka Agen berhak mengembalikannya kepada Perusahaan dengan disertai penggantian Produk yang rusak tersebut, yang harus sudah dilakukan dalam jangka waktu selambat – lambatnya 3 (tiga) hari setelah dilakukannya pemeriksaan.
  3. Detail Produk yang dapat dikembalikan kepada Perusahaan setelah Produk tersebut melewati ayat (1), adalah sebagai berikut :
    Syarat pengembalian produk
    Alasan pengembalian produk Kondisi Asli Segel Plastik Tidak Rusak Isi Lengkap (Packaging, buku aktivitas, kartu kebaikan) Rusak / Segel Plastik Rusak
    Rusak
    Produk tidak lengkap / ada bagian yang hilang
    Produk Cacat saat Pengiriman
    Tidak Terjual / Retur
  4. Pengiriman Produk kembali kepada Perusahaan ditanggung oleh Agen, sedangkan pengembalian / penggantian ke Agen ditanggung oleh Perusahaan.
  5. Setelah retur dilakukan dengan alasan tidak laku, Perusahaan akan mengirimkan uang sesuai sejumlah Produk yang dikembalikan kepada Agen dalam jangka waktu minimal 3 bulan dari barang diterima Perusahaan apabila Produk yang dikembalikan masih dalam keadaan baik dan segel plastik tidak rusak. Pada level agen tertentu akan ada uang hangus yang ditangguhkan kepada Agen.
  6. Perusahaan tidak melayani penukaran Produk apabila Produk tersebut rusak akibat kesalahan dalam penyimpanan dari Agen dan kerusakan yang berakibat segel terlepas.

Pasal 8 KERAHASIAAN DAN PRIVASI

  1. Agen dilarang baik secara langsung maupun tidak langsung mengungkapkan atau menggunakan setiap data atau informasi yang berkaitan dengan perusahaan atau afiliasinya yang merupakan Informasi Rahasia.
  2. Agen mengakui bahwa segala informasi rahasia selamanya akan menjadi hak Eksklusif Perusahaan.
  3. Setiap materi pelatihan mengenai produk yang diberikan kepada agen dari perusahaan merupakan bagian dari Informasi Rahasia Perusahaan, terkecuali apa yang telah diatur dalam perjanjia ini.
  4. Dalam hal pengakhiran Perjanjian maka Agen wajib :
    1. Menyerahkan semua dokumen dan materi lainnya (termasuk salinan elektronik) yang berada ditangannya atau dibawah penguasaannya yang memuat Informasi Rahasia kepada Perusahaan.
    2. Memusnahkan (jika diminta oleh perusahaan) dokumen atau materi tersebut dan membuat pernyataan bahwa agen telah melakukan hal tersebut.

Pasal 9 TINDAKAN DISIPLIN DAN PENANGGUHAN

  1. Dalam hal Perusahaan menemukan bahwa agen telah melakukan pelanggaran atas ketentuan dalam perjanjian ini, maka perusahaan dapat memberikan tindakan disiplin sebagaimana yang dimaksud dalam pasal ini kepada Agen yang bersangkutan atau tindakan lain yang dianggap perlu oleh perusahaan.
  2. Tindakan disiplin yang dapat dikenakan kepada agen oleh perusahaan berdasarkan perjanjian ini (dapat dikenakan secara tidak berurutan) adalah :
    1. Peringatan tertulis
    2. Penangguhan
    3. Pengakhiran perjanjian.
  3. Dalam hal agen dikenakan tindakan disiplin penangguhan :
    1. Agen tidak diperkenankan untuk melakukan transaksi baru berkaitan dengan produk yang diterbitkan perusahaan.
    2. Perusahaan dapat menangguhkan segala kompensasi berdasarkan perjanjian ini.
    3. Agen tetap wajib mematuhi setiap syarat dan ketentuan dalam perjanjian ini.
  4. Apabila pelanggaran yang dilakukan agen mengandung unsur tindak pidana, maka selain memberikan sanksi, perusahaan berhak untuk melaporkan tindakan Agen kepada pihak berwajib untuk diselesaikan melalui jalur hukum.

Pasal 10 PENGAKHIRAN PERJANJIAN KEAGENAN

  1. Perjanjian ini berakhir apabila Agen meninggal dunia atau cacat total dan permanen.
  2. Perjanjian ini berakhir langsung setelah perusahaan memberikan pemberitahuan tertulis kepada Agen apabila salah satu dari peristiwa ini terjadi:
    1. Agen menjadi tidak mampu atau Pailit.
    2. Agen melanggar suatu peraturan perundang-undangan yang menyebabkan reputasi buruk bagi perusahaan atau merugikan kepentingan perusahaan.
    3. Agen melakukan wanprestasi atas suatu ketentuan dalam perjanjian ini.
  3. Agen dan Perusahaan sepakat dan setuju mengesampingkan ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-undang Hukum Perdata sehingga demikian maka keputusan pengadilan tidak diperlukan untuk pembatalan/pengakhiran perjanjian ini.
  4. Segera setelah pengakhiran Perjanjian ini Agen tidak dapat menyatakan dirinya sebagai agen Perusahaan dan Afiliasinya untuk tujuan apapun juga.

Pasal 11 FORCE MAJEURE

  1. Pihak yang tidak dapat memenuhi kewajibannya dikarenakan mengalami keadaan darurat (Force Majeure) tidak bisa dimintakan ganti rugi.
  2. Keadaan darurat yang dialami oleh salah satu Pihak tidak secara otomatis berakibat pemutusan kerjasama para pihak.
  3. Keadaan darurat adalah suatu keadaan yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya, pada waktu perjanjian itu ditandatangani, yang dengan segala daya dan upaya tidak dapat diatasi oleh pihak yang mengalami antara lain: bencana alam, wabah penyakit, pemogokan kerja, pemberontakan/huru-hara/perang, kebakaran, banjir, sabotase, dan juga keluarnya peraturan pemerintah yang tidak dapat dituntut.
  4. Semua kerugian dan biaya yang diderita oleh salah satu pihak sebagai akibat terjadinya keadaan darurat tidak akan menjadi tanggung jawab pihak lainnya.
  5. pihak yang mengalami keadaan darurat wajib memberikan informasi kepada pihak lainnya dalam jangka waktu maksimal 30 hari setelah terjadinya keadaan darurat. Setelah itu para pihak sepakat untuk bertemu dan merundingkan solusi dari keadaan darurat.

Pasal 12 HUKUM YANG BERLAKU

Dengan ditandatanganinya Perjanjian ini, maka baik mengenai pelaksanaannya maupun mengenai penafsirannya berlaku hukum yang sebagaimana termaktub dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.